Niat belajar ilmu agama hanya untuk urusan dunia
مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لَا يَتَعَلَّمُهُ إِلَّا لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا، لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Artinya,
“Siapa yang belajar ilmu yang seharusnya ia niatkan untuk Allah tetapi
justru ia mempelajarinya untuk mendapatkan harta dunia maka ia tidak
akan mencium aroma Surga di hari Kiamat.” (Shahih: HR. Abu Dawud no.
3664).
مَنْ طَلَبَ العِلْمَ لِيُجَارِيَ بِهِ العُلَمَاءَ أَوْ لِيُمَارِيَ بِهِ السُّفَهَاءَ أَوْ يَصْرِفَ بِهِ وُجُوهَ النَّاسِ إِلَيْهِ أَدْخَلَهُ اللَّهُ النَّارَ
Artinya, “Siapa mencari ilmu untuk
membanggakan diri kepada ulama, atau mendebat orang-orang bodoh, atau
agar diperhatikan oleh manusia maka Allah akan memasukkannya ke Neraka.”
(Hasan: HR. At-Tirmidzi no. 2654)
Komentar
Posting Komentar