Sebagian besar umat muslim indonesia adalah warga NU namun sayangnya sebagian besar mereka tidak tahu apa itu NU

NU (Nahdlatul Ulama)  merupakan organisasi kemasyarakatan terbesar didunia yang memegang teguh paham Ahlussunnah wal Jamaah.

 Lalu apa Ahlussunnah wal Jamaah?

 Kata atau istilah Ahlussunnah wal Jama’ah diambil dari hadis Imam Thabrani sebagai berikut:

افترقت اليهود على إحدى أو اثنتين وسبعين فرقة ، وافترقت النصارى على إحدى أو اثنتين وسبعين فرقة ، وستفترق أمتي على ثلاث وسبعين فرقة، الناجية منها واحدة والباقون هلكى. قيل: ومن الناجية ؟ قال: أهل السنة والجماعة. قيل: وما السنة والجماعة؟ قال: ما انا عليه اليوم و أصحابه

“orang-orang Yahudi bergolong-golong terpecah menjadi 71  atau 72 golongan, orang Nasrani bergolong-golong menjadi 71 atau 72 golongan, dan umatku (kaum muslimin) akan bergolong-golong menjadi 73 golongan.  Yang selamat dari padanya satu golongan dan yang lain celaka. Ditanyakan ’Siapakah yang selamat itu?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Ahlusunnah wal Jama’ah’. Dan kemudian ditanyakan lagi, ‘apakah assunah wal jama’ah itu?’ Beliau menjawab, ‘Apa yang aku berada di atasnya, hari ini, dan beserta para sahabatku (diajarkan oleh Rasulullah SAW dan diamalkan beserta para sahabat).

Menurut Hadratusy Syaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari dalam kitabnya  Ziyadah at-Ta’liqat, Ahlussunnah wal Jama’ah adalah :

أما أهل السنة فهم أهل التفسير و الحديث و الفقه فإنهم المهتدون المتمسكون بسنة النبي صلى الله عليه وسلم والخلفاء بعده الراشدين وهم الطاءفة الناجية قالوا وقد اجتمعت اليوم في مذاهب أربعة الحنفيون والشافعيون و المالكيون والحنبليون

“Adapun Ahlussunnah wal Jama’ah adalah kelompok ahli tafsir, ahli hadis, dan ahli fikih. Merekalah yang mengikuti dan berpegang teguh dengan sunnah Nabi dan sunnah khulafaurrasyidin(sahabat empat) setelahnya. 

Mereka adalah kelompok yang selamat. Ulama mengatakan : Sungguh kelompok tersebut sekarang ini terhimpun dalam madzhab yang empat yaitu madzhab Imam Hanafi, Imam Syafi’i, Imam Maliki, dan Imam Hanbali.

 

 Keterangan:

Untuk menjalankan agama islam yang menjadi pedoman umat islam adalah Al-Qur'an dan Hadits. Untuk memahami dan mendalami isi dan maksud dari Al-Qur'an dan Hadits membutuhkan Ulama yang benar-benar ahli tafsir dan ahli Hadits untuk menjadi panutan.

Karena apabila Al-Qur'an dan Hadits hanya dipahami sendiri-sendiri oleh umat islam maka bisa menjadi sesat, karena didalam Al-Qur'an dan Hadits ada kalimat sharih dan majazi , yaitu: kalimat atau kata-kata yang sudah jelas arti dan maksudnya ini disebut Sharih, dan kalimat atau kata-kata yang arti dan maksudnya berbeda disebut majazi.

Contok sederhana :

Ada orang bilang bahwa sekarang ini banyak anggota DPR yang rebutan kursi, maka kata-kata ini disebut majazi karena arti dan maksudnya berbeda, karena yang dimaksud bukanlah rebutan kursi duduk melainkan rebutan sebuah jabatan.

Ada orang berkata : Saya saat ini sedang duduk di kursi, maka kata-kata ini disebut Shareh karena jelas arti dan maksudnya sama.


Komentar

Postingan Populer